OSIS SMK Negeri 2 Sragen

Mengukir Mutiara Yang Terlahir Dari Emas.

OSIS SMK Negeri 2 Sragen

Sekelompok Pemuda yang Akan Menjadi Pemimpin Bangsa dan Negara. Sang Pemimpin!

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

OSIS: The Next Leaders by OSIS Peform

TIdak Terasa kalau sekarang ini udah saatnya ganti kepengurusan OSIS SMK N 2 S SRAGEN dari kepengurusan tahun 2011/2012 ke kepengurusan tahun 2012/2013 ni temen - temen. dan pasti tadi pagi atau tepatnya hari Senin, 20 Februari 2012 terjadi peristiwa tersebut, yaitu SERTIJAB ( Serah Terima Jabatan ) dari pengurus lama ke pengurus yang baru.

Temen - temen pasti juga sudah tau kan siapa pengurus-pengurus lama dan juga pengurus-pengurus baru nya? ini dia pengurusnya yang baru dan yang lama.

Kepengurusan Lama :

KETUA UMUM                : Yogi Dewi S

SEKERTARIS UMUM     : Ila

BENDAHARA UMUM     : Arif Nugroho

Kepengurusan Baru :

KETUA UMUM                : Hari Setyo Wibowo

SEKERTARIS UMUM     : Ginanjar Nur R

BENDAHARA UMUM     : Arif Wati


Ini nih pemimpin-pemimpin kita yang baru dan juga yang akan membimbing kita ke arah yang lebih baik tentunya. mereka juga orang-orang pilihan dan mereka yang memilih juga kita sendiri. Bukan begitu teman - teman? 

Semoga saja Ketua Umum yang baru nanti lebih bisa dalam memberi petunjuk dan juga kebijaksanaan yang baik bagi adek-adekpengurus kelas 1 dan juga kakak-kakak pengurus kelas 2. Dan juga semoga saja nanti adek-adek dan kakak-kakak pengurus OSIS SMK N 2 Sragen yang lain bisa memberi contoh yang baik bagi temen-temen yang lainnya juga. Dan nantinya lebih bisa mengembangkan OSIS SMK N 2 Sragen ke arah yang lebih baik lagi tentunya.

Dan juga semoga kepengurusan yang baru bisa meneruskan perjuangan dari kepengurusan yang lama dan semoga sasja bisa lebih baik lagi.

Kamis, 09 Februari 2012

Marching Band ( Orkes Barisan )

1. Pengertian Okers Barisan / Marching Band
      Orkes barisan (Inggris: marching band) adalah sekelompok barisan orang yang memainkan satu atau beberapa lagu dengan menggunakan sejumlah kombinasi alat musik (tiup, perkusi, dan sejumlah instrumen pit) secara bersama-sama. Penampilan orkes barisan merupakan kombinasi dari permainan musik (tiup, dan perkusi) serta aksi baris-berbaris dari pemainnya. Umumnya, penampilan Orkes barisan dipimpin oleh satu atau dua orang Komandan Lapangan dan dilakukan baik di lapangan terbuka maupun lapangan tertutup dalam barisan yang membentuk formasi dengan pola yang senantiasa berubah-ubah sesuai dengan alur koreografi terhadap lagu yang dimainkan, dan diiringi pula dengan aksi tarian yang dilakukan oleh sejumlah pemain bendera.
         Orkes barisan umumnya dikategorikan menurut fungsi, jumlah anggota, komposisi dan jenis peralatan yang digunakan, serta gaya atau corak penampilannya. Pada awalnya orkes barisan dikenal sebagai nama lain dari drum band. Penampilan orkes barisan pada mulanya adalah sebagai pengiringparade perayaan ataupun festival yang dilakukan di lapangan terbuka dalam bentuk barisan dengan pola yang tetap dan kaku, serta memainkan lagu-lagu mars. Dinamika keseimbangan penampilan diperoleh melalui atraksi individual yang dilakukan oleh mayoret, ataupun beberapa personel pemain instrumen. Namun saat ini permainan musik orkes barisan dapat dilakukan baik di lapangan terbuka ataupun tertutup sebagai sebagai pengisi acara dalam suatu perayaan, ataupun kejuaraan.
       Komposisi musik yang dimainkan orkes barisan umumnya bersifat lebih harmonis dan tidak semata-mata memainkan lagu dalam bentuk mars, ragam peralatan yang digunakan lebih kompleks, formasi barisan yang lebih dinamis, dan corak penampilannya membuat orkes barisan merupakan kategori yang terpisah dan berbeda dengan drum band yang umumnya memiliki komposisi penggunaan instrumen perkusi yang lebih banyak dari instrumen musik tiup. Tipikal bentuk dan penampilan drum band yang paling dikenal adalah drum band yang dimiliki oleh institusi kemiliteran ataupun kepolisian. Adaptasi lebih lanjut dari penampilan orkes barisan di atas panggung adalah dalam bentuk brass band.

2. Instrument 
      Instrumen yang digunakan dalam penampilan orkes barisan umumnya dapat dikelompokkan pada beberapa kategori menurut jenis dan cara memainkannya. Pengelompokkan ini secara tidak langsung pula memengaruhi struktur organisasi kepelatihan yang umumnya dispesifikasikan menurut kategori-kategori tersebut, masing-masing kategori memiliki pelatih tersendiri. Selain kepelatihan, pengelompokkan ini umumnya berpengaruh pula pada perilaku sosial para pemain yang terlibat dengan menciptakan kelas-kelas sosial non-formal yang membentuk kebanggaan kelompok.

2.1 Instrumen musik tiup
Pada mulanya, ragam instrumen musik tiup yang digunakan dalam orkes barisan identik dengan yang digunakan drum band (orkes barisan versi terdahulu). Namun pada perkembangannya, beberapa jenis instrumen musik tiup seperti cornet, clarinet, flugelhorn, saksofon (termasuk di dalamnya sofrano, alto, dantenor), trombone, sousaphone, dan flute yang jamak digunakan sebelumnya sudah ditinggalkan. Umumnya, instrumen musik tiup yang digunakan dalam orkes barisan menggunakan nada dasar B♭ atau F. Jenis-jenis instrumen musik tiup yang digunakan orkes barisan umumnya adalah:
Trompet
French Horn
Mellophone
Tenor Horn
Baritone, Euphonium
Contra Bass/Tuba

2.2 Instrumen musik perkusi
Instrumen musik perkusi dalam orkes barisan merupakan jenis instrumen bergerak yang dibawa oleh pemain dan dimainkan dalam barisan seperti halnya instrumen musik tiup. Seksi yang memainkan instrumen musik perkusi sambil berjalan disebut juga sebagai lini drum atau battery. Ragam instrumen musik perkusi yang digunakan orkes barisan umumnya lebih sedikit dari yang digunakan pada drum band. Instrumen-instrumen tersebut adalah:
Snare drum
Drum tenor / Quint
Drum bass (umumnya menggunakan 4 sampai 6 jenis drum bass yang berbeda)
Simbal

2.3 Instrumen pit (statis)
Instrumen pit pada dasarnya merupakan instrumen musik perkusi yang bernada. Pada penampilan orkes barisan, jenis instrumen ini bersifat statis, pemainnya tidak ikut dalam barisan seperti kelompok instrumen lainnya melainkan memainkannya di bagian depan lapangan yang digunakan dalam penampilan. Ragam jenis instrumen yang digunakan orkes barisan umumnya lebih bervariatif dibandingkan drum band (orkes barisan terdahulu). Beberapa grup orkes barisan bahkan kadang-kadang merakit sendiri instrumen pit untuk menghasilkan suara-suara unik dalam musik yang dimainkan. Jenis-jenis instrumen pit yang umumnya digunakan pada penampilan orkes barisan antara lain:
Xylophone
Vibraphone
Marimba
Simbal
Gong cina
Timpani
Drum bass konser
Tubular bell

2.4 Instrumen bendera
Instrumen bendera tidak digunakan untuk bermain musik, melainkan dimanfaatkan oleh pemainnya sebagai alat bantu aksi tarian untuk menghasilkan efek-efek visual tertentu yang mendukung penampilan. Pada praktiknya, pemain instrumen ini tidak selalu menggunakan bendera sebagai aksesori, namun bisa menggunakan peralatan-peralatan lain seperti senapan kayu, selendang, panji-panji, atau bahkan sapu, tergantung pada koreografinya untuk mendukung penampilan secara keseluruhan. Namun biasanya instrumen dasar yang digunakan adalah; bendera, dan senapan kayu.

Rabu, 25 Januari 2012

Kepemimpinan Sejati


Hi temen - temen lama ngak ketemu nih... soale ya lagi sibuk nih adminya hehehehe...

Oh ia kali ini kita mau bahas soal pemilihan Ketua OSIS dan perekrutan yang baru nih.. kan soalnya Ketua OSIS dan anggota OSIS yang sekarang udah habis masa jabatannya. Jadi, OSIS akan melakukan Re-organisasi lagi. Jadi buat temen-temen kelas X dan XI yang mau jadi Pengurus OSIS masa Bhakti 2012 silahkan gabung, tapi jangan hanya numpang nama saja. Tapi harus konsisten dengan tugas yang di berikan pada kalian...OK...OK..OK.

Disini kami juga akan mengajarkan kepada temen-temen semua tentang arti dari sebuah Kepemimpinan dan Pemimpin yang sejati. Supaya temen-temen nanti gak salah pilih. OK langsung saja kita bahas. Ini dia:

1. Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang.

Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

2. Kepemimpinan

  1. Hasil dari proses perubahan karakter
  2. Sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang 
  3. Sudah menemukan visi dan misi hidup
  4. Kedamaian dalam diri (inner peace) 
  5. Membentuk bangunan karakter yang kokoh


3. Bagaimanakah kepemimpin itu?

  1. ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya 
  2. ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya 
  3. sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang



4. Pemimpin Sejati

  1. Seorang pemberi semangat (encourager)
  2. Motivator 
  3. Inspirator 
  4. Maximizer
  5. Kedamaian diri 
  6. kerendahan hati 
  7. Integritas yang kokoh 
  8. Daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan 
  9. Visi serta misi yang jelas 


5. Karakter Seorang Pemimpin Sejati (Q Leader)

Pertama, Q berarti kecerdasan atau intelligence (Seperti dalam IQ – Kecerdasan Intelektual, EQ – Kecerdasan Emosional, dan SQ – Kecerdasan Spiritual)  Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ—EQ—SQ yang cukup tinggi.

Kedua, Q Leader berarti kepemimpinan yang memiliki quality, baik dari aspek visioner maupun aspek manajerial

Ketiga, Q Leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi (dibaca ‘chi’ – bahasa Mandarin yang berarti energi kehidupan)

Makna Q keempat adalah seperti yang dipopulerkan oleh KH Abdullah Gymnastiar sebagai qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalah seseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbu-nya) dan dapat mengelola dan mengendalikannya (self management atau qolbu management)

John Maxwell:
”The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership. That is the way it always it.” 


Artinya:
Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa tumbuh. Ketika saya berhenti tumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut. 

Seorang pemimpin juga harus bisa memberi contoh yang benar kepada orang yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin kita tidak hanya menyuruh saja tetapi kita juga harus bisa memberi contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Nah semoga saja setelah membaca artikel ini temen-temen semua bakal menjadi pemimpin yang bisa dicontoh adik-adik kelas yang lain. Dan juga tentunya nantinya buat Ketua OSIS dan Pengurus OSIS baru masa bhakti 2012 bisa menjadi pemimpin dan contoh yang baik bagi temen-temen yang lain.

DAn untuk catatan yang terakhir, Jangan sampai salah pilih!

Kamis, 08 Desember 2011

Apa itu Ketarunaan?

KETARUNAAN

SMA TARUNA NUSANTARA - MAGELANG
Senggol tentang ketarunaan. Sekarang banyak Perguruan tinggi, SMA, dan SMK yang Menganut Sistem Ketarunaan. Bahkan terdapat KABAR BURUNG SMK Negeri 2 Sragen Akan Menganutnya Juga. Sebenarnya Apa itu Ketarunaan Dan Apa Tujuannya?
Ketarunaan adalah sistem pendidikan di beberapa Perguruan tinggi, SMA, dan SMK. Ketarunaan memiliki arti sebagai sistem pendidikan yang menerapkan prinsip-prinsip militer yang bertujuan untuk Membentuk Karakter. Tentu saja prinsip militer yang diterapkan bukanlah militer murni, karena sebagian besar lulusan Perguruan tinggi, SMA, dan SMK ditujukan untuk pegawai di lingkungan sipil, Perusahaan, Milliter, dan Dunia Wirausaha. Namun, untuk sebagian PTK yang berorientasi militer (contoh: Akmil, AAU, AAL), prinsip yang diterapkan murni militer, karena lulusannya akan berkecimpung di bidang tersebut.
Membangun karakter, merupakan proses yang berlangsung seumur hidup. Anak-anak, akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter jika ia tumbuh pada lingkungan yang berkarakter pula. Dengan begitu, fitrah setiap anak yang dilahirkan suci bisa berkembang optimal. Oleh karenanya ada tiga pihak yang mempunyai peran penting yaitu, keluarga, sekolah, dan komunitas.
Pembentukan karakter ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Pertama, anak mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan apa yang harus diambil, mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. Kedua, mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Kecintaan ini merupakan obor atau semangat untuk berbuat kebajikan. Misalnya, anak tak mau mencuri, karena tahu mencuri itu buruk, ia tidak mau melakukannya karena mencintai kebajikan.
Ketiga, anak mampu melakukan kebajikan, dan terbiasa melakukannya. Lewat proses sembilan pilar karakter yang penting ditanamkan pada anak. Ia memulainya dari cinta Tuhan dan alam semesta beserta isinya; tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian; kejujuran; hormat dan santun; kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama; percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah; keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati; toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Tujuan mengembangkan karakter adalah mendorong lahirnya anak-anak yang baik. Begitu tumbuh dalam karakter yang baik, anak-anak akan tumbuh dengan kapasitas dan komitmenya untuk melakukan berbagai hal yang terbaik dan melakukannya dengan benar, dan cenderung memiliki tujuan hidup. Membangun karakter yang efektif, ditemukan dalam lingkungan sekolah yang memungkinkan semua anak menunjukan potensi mereka untuk mencapai tujuan yang sangat penting
Ketarunaan memiliki beberapa aspek, antara lain:
- Seragam yang didisain khusus dengan atribut-atribut tertentu.
- Kerapian (rambut, kerapian pakaian dan sepatu).
- Senioritas yang tinggi.
- Kegiatan fisik yang padat.
Perlu diperhatikan bahwa tidak semua Perguruan tinggi, SMA, dan SMK semi militer memiliki aspek-aspek di atas. Sebagian memiliki beberapa poin tertentu yang dihilangkan, ataupun ditambahankan. Sebagai contoh, STIS merupakan PT semi militer, namum tidak terdapat aspek kegiatan fisik dan asrama; Bea Cukai STAN tidak terdapat aspek asrama; STSN memiliki seluruh aspek semi militer, dan lain sebagainya.

Selasa, 06 Desember 2011

Pendidikan Karakter Bangsa Untuk Siswa

Tahun pelajaran 2011 – 2012 akan Berlalu dan tahun ajaran 2012 – 2013 akan datang. Seluruh komponen disibukkan dengan penerimaan siswa baru, baik itu orang tua yang sibuk dengan mencarikan lembaga pendidikan yang bonafid dan berkualitas untuk anaknya, atau lembaga pendidikan yang sibuk dengan trik – trik untuk mendapatkan siswa yang berlimpah. Akan tetapi yang perlu difikirkan bersama adalah bagaimana caranya supaya anak – anak kita atau siswa – siswa kita melangkah ke hal yang lebih baik. Baik secara intelektual maupun moral.
Perlunya format pendidikan yang lebih baik demi masa depan peserta didik. Merupakan dambaan semua elemen pendidikan. Pada saat ini kita mengenal istilah pendidikan karakter, sebenarnya apa sih pendidikan karakter itu sendiri. Pendidikan karakter merupakan salah satu metode yang ada dalam lembaga pendidikan yang mengarah pada perbaikan moral generasi bangsa, baik bersifat moral maupun intelektual.
Dimana yang sudah tertulis dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang berbunyi “ Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab.”
Sedangkan Masa Orientasi Siswa (MOS) merupakan momen yang pas untuk menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu materi dalam MOS tersebut. Karena siswa baru dalam masa peralihan dari jenjang pendidikan yang lebih rendah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada masa-masa tersebut peserta didik juga masih dalam masa peralihan dari anak-anak menuju remaja sedangkan remaja menuju dewasa.
Pendidikan karakter sebagai upaya pembentukan perilaku positif (akhlâq karîmah) dan budi pekerti luhur secara rasional dan transenden dengan melibatkan ranah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa secara sinergis dan simultan.
Menurut kang marfu dalam situsnya http://www.inilahguru.com/home.html menerangkan ada tiga elemen dasar pendidikan karakter, yaitu knowing, feeling, dan doing yang dinilai sering luput dari praktek pendidikan moral, justru mendapat justifikasi dan penguatan dari modus operandi pengadopsian Nama-Nama Allah. Mukâsyafah, musyâhadah, dan muraqabah serta mujâhadah sebagaimana akan ditunjukkan kemudian dalam artikel-artikel mendatang di Situs Pendidikan Karakter ini, memiliki kesamaan dengan tahaqquq, ta’alluq, dan takhalluq.
Metode-metode ini dapat dipadukan dengan secara hirarikis dengan moral knowing, moral feeling, dan moral doing dalam pendidikan karakter modern Kemudian Ari Ginanjar Agustian dengan teori ESQ menyodorkan pemikiran bahwa setiap karakter positif sesungguhnya akan merujuk kepada sifat-sifat mulia Allah, yaitu al-Asmâ al-Husnâ. Sifat-sifat dan nama-nama mulia Tuhan inilah sumber inspirasi setiap karakter positif yang dirumuskan oleh siapapun. Dari sekian banyak karakter yang bisa diteladani dari nama-nama Allah itu, Ari merangkumnya dalam 7 karakter dasar, yaitu
  1. jujur,
  2. tanggung jawab,
  3. disiplin,
  4. visioner,
  5. adil,
  6. peduli, dan
  7. kerja sama

Selasa, 20 September 2011

Hari Raya Nasional


Hari Raya

Yang tidak tercantum tanggalnya berarti setiap tahun diperingati berubah-ubah tanggalnya.


Januari


Februari


Maret


April


Mei


Juni


Juli


Agustus


September

Oktober


November


Desember